Orang yang pintar adalah orang yang banyak mengingat mati
Ustadz : Maryono
Siapa sangka kalau pribadi-pribadi warga MTA bisa membangun gedung pengajian yang sangat megah senilai lebih dari 10 Milyar. Coba kita hitung seberapa besar yang telah kita keluarkan secara pribadi untuk ikut membangun gedung pengajian tersebut..? Tapi kalau kita dalam kebersamaan, maka kita ternyata mampu mengumpulkan uang sebesar itu untuk membangun gedung yang bakal digunakan untuk mempelajari ayat-ayat Allah. Dan pada hakekatnya berapapun yang kita keluarkan untuk fisabilillah ini akan kembali kepada kita masing-masing.
Bagi orang beriman berapapun uang yang dibelanjakan di jalan Allah tidak akan pernah rugi, bahkan oleh Allah akan diganti dengan yang sangat tinggi yaitu surga, karena itu kita tidak boleh jual mahal kepada Allah.
Semua apa yang telah kita keluarkan untuk di jalan Allah ini pasti nanti akan mendapatkan pahalanya di hari akherat dan tidak akan ada yang terlewatkan sedikitpun, dan bagi orang beriman akan mendapatkan keuntungan/ kebahagiaan.
Allah berfirman : QS. Ali-Imron : 185
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Kematian itu adalah suatu ketetapan Allah yang pasti akan mendatangi kita semua, karena itu harus kita persiapkan agar kelak mendapatkan kebahagiaan atau keuntungan.
Bahkan Rasul bersabda bahwa orang yang pandai, orang yang cerdik adalah orang yang banyak mengingat mati.
Dengan penertian hadits tersebut bahwa orang yang pandai itu bukan yang tinggi ilmunya, tinggi sekolahnya, banyak hartanya, sukses pekerjaannya dan lain sebagainya, tetapi hanya orang yang banyak mengingat matilah orang yang pandai. Dengan banyak mengingat kematian yang sudah pasti datangnya, maka bagi orang beriman harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Kalau kita tidak mengingat mati, maka kita pasti akan terpedaya dengan kehidupan dunia, padahal kesenangan hidup di dunia ini adalah kesenangan yang menipu, kesenangan yang memperdaya. Coba perhatikan apa ada orang di dunia ini yang senang terus menerus, makananpun enaknya juga paling cuman di tenggorokan.
Rasululullah gambarkan bahwa kenikmatan dunia ini laksana jari yang kita masukan dalam air laut, maka kenikmatan dunia ini adalah laksana air yang menempel di jari kita, sementara kenikmatan akherat adalah bagikan air yang di laut.
Nah kenikmatan akherat yang terhingga bila dibandingkan dengan kenikmatan dunia ini akan diberikan kepada orang yang beruntung yaitu orang yang mempunyai amalan yang bisa menjauhkan dari neraka dan bisa memasukan ke dalam surga.
Dengan andil kita dalam pembangunan gedung yang akan digunakan untuk fisabilillah itu akan menjadi amalan yang bisa menjauhakn dari neraka dan memasukan ke surga dan sekaligus menjadi bekal kita dalam menghadapi kematian yang sudah pasti datangnya.
Siapa sangka kalau pribadi-pribadi warga MTA bisa membangun gedung pengajian yang sangat megah senilai lebih dari 10 Milyar. Coba kita hitung seberapa besar yang telah kita keluarkan secara pribadi untuk ikut membangun gedung pengajian tersebut..? Tapi kalau kita dalam kebersamaan, maka kita ternyata mampu mengumpulkan uang sebesar itu untuk membangun gedung yang bakal digunakan untuk mempelajari ayat-ayat Allah. Dan pada hakekatnya berapapun yang kita keluarkan untuk fisabilillah ini akan kembali kepada kita masing-masing.
Bagi orang beriman berapapun uang yang dibelanjakan di jalan Allah tidak akan pernah rugi, bahkan oleh Allah akan diganti dengan yang sangat tinggi yaitu surga, karena itu kita tidak boleh jual mahal kepada Allah.
Semua apa yang telah kita keluarkan untuk di jalan Allah ini pasti nanti akan mendapatkan pahalanya di hari akherat dan tidak akan ada yang terlewatkan sedikitpun, dan bagi orang beriman akan mendapatkan keuntungan/ kebahagiaan.
Allah berfirman : QS. Ali-Imron : 185
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Kematian itu adalah suatu ketetapan Allah yang pasti akan mendatangi kita semua, karena itu harus kita persiapkan agar kelak mendapatkan kebahagiaan atau keuntungan.
Bahkan Rasul bersabda bahwa orang yang pandai, orang yang cerdik adalah orang yang banyak mengingat mati.
Dengan penertian hadits tersebut bahwa orang yang pandai itu bukan yang tinggi ilmunya, tinggi sekolahnya, banyak hartanya, sukses pekerjaannya dan lain sebagainya, tetapi hanya orang yang banyak mengingat matilah orang yang pandai. Dengan banyak mengingat kematian yang sudah pasti datangnya, maka bagi orang beriman harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Kalau kita tidak mengingat mati, maka kita pasti akan terpedaya dengan kehidupan dunia, padahal kesenangan hidup di dunia ini adalah kesenangan yang menipu, kesenangan yang memperdaya. Coba perhatikan apa ada orang di dunia ini yang senang terus menerus, makananpun enaknya juga paling cuman di tenggorokan.
Rasululullah gambarkan bahwa kenikmatan dunia ini laksana jari yang kita masukan dalam air laut, maka kenikmatan dunia ini adalah laksana air yang menempel di jari kita, sementara kenikmatan akherat adalah bagikan air yang di laut.
Nah kenikmatan akherat yang terhingga bila dibandingkan dengan kenikmatan dunia ini akan diberikan kepada orang yang beruntung yaitu orang yang mempunyai amalan yang bisa menjauhkan dari neraka dan bisa memasukan ke dalam surga.
Dengan andil kita dalam pembangunan gedung yang akan digunakan untuk fisabilillah itu akan menjadi amalan yang bisa menjauhakn dari neraka dan memasukan ke surga dan sekaligus menjadi bekal kita dalam menghadapi kematian yang sudah pasti datangnya.
Post a Comment for "Orang yang pintar adalah orang yang banyak mengingat mati"